TRAINING KONFLIK TIM KESEHATAN
Training Konflik Tim Kesehatan meningkatkan kemampuan mengelola konflik dalam tim pelayanan kesehatan. Info Training Jakarta, Segera daftar!

Deskripsi Training Konflik Tim Kesehatan
DESKRIPSI
Training Konflik Tim Kesehatan dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai manajemen konflik dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Peserta mempelajari berbagai sumber konflik yang dapat muncul akibat perbedaan komunikasi, peran, kepentingan, beban kerja, maupun koordinasi antaranggota tim.
Selanjutnya, peserta memahami cara mengenali tanda-tanda konflik dan memilih pendekatan penyelesaian yang sesuai. Materi mencakup komunikasi efektif, active listening, pemberian feedback, pengelolaan emosi, negosiasi, serta koordinasi antarprofesi dalam mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan efektif.
Dengan demikian, peserta dapat menangani konflik secara lebih terstruktur dan konstruktif. Melalui studi kasus dan simulasi, peserta berlatih menghadapi situasi konflik yang umum terjadi dalam tim pelayanan kesehatan serta menentukan langkah komunikasi dan penyelesaian yang tepat.
TUJUAN TRAINING KONFLIK TIM KESEHATAN
- Memahami konsep dasar manajemen konflik dalam pelayanan kesehatan.
- Mengidentifikasi sumber konflik dalam hubungan antaranggota tim.
- Mengenali tanda-tanda konflik yang berpotensi mengganggu kerja tim.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi dalam situasi konflik.
- Menerapkan active listening dan empati dalam menyelesaikan perbedaan.
- Mengelola emosi ketika menghadapi konflik di tempat kerja.
- Meningkatkan kemampuan memberikan dan menerima feedback.
- Menerapkan teknik negosiasi untuk penyelesaian konflik.
- Meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antaranggota tim kesehatan.
- Membangun lingkungan kerja yang mendukung pelayanan kesehatan yang efektif.
MATERI TRAINING KONFLIK TIM KESEHATAN
- Konsep dan prinsip dasar manajemen konflik.
- Karakteristik konflik dalam lingkungan pelayanan kesehatan.
- Sumber dan pemicu konflik dalam tim.
- Identifikasi tanda dan tingkat konflik.
- Komunikasi efektif dan active listening.
- Empati dan pengelolaan emosi dalam konflik.
- Teknik memberikan dan menerima feedback.
- Strategi negosiasi dan penyelesaian konflik.
- Koordinasi dan kolaborasi antarprofesi kesehatan.
- Studi kasus dan simulasi penanganan konflik tim kesehatan.
METODE TRAINING KONFLIK TIM KESEHATAN
Pelatihan menggunakan metode interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, studi kasus, role play, dan latihan komunikasi. Peserta diajak menganalisis berbagai situasi konflik yang dapat muncul dalam hubungan kerja dan koordinasi tim pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, peserta mengikuti simulasi penyelesaian konflik dan negosiasi berdasarkan skenario pelayanan kesehatan. Trainer memberikan feedback terhadap komunikasi, kemampuan mendengarkan, pengelolaan emosi, dan pendekatan penyelesaian yang digunakan peserta.
OUTPUT TRAINING KONFLIK TIM KESEHATAN
Peserta diharapkan mampu memahami sumber dan dinamika konflik dalam tim pelayanan kesehatan serta mengenali situasi yang membutuhkan penanganan secara tepat. Peserta juga mampu menggunakan komunikasi efektif untuk mencegah eskalasi konflik.
Selain itu, peserta memiliki keterampilan praktis dalam melakukan active listening, memberikan feedback, bernegosiasi, dan menyelesaikan perbedaan secara konstruktif. Dengan demikian, peserta dapat mendukung koordinasi dan hubungan kerja yang lebih efektif dalam tim pelayanan kesehatan.








