Apakah Anda Seorang :
|
Berikut ini adalah Fakta Mengenai Developing Early Warning Indicators Key Risk Indicators And Key Control Indicators To Better Achievement Of Key Performances Indicators (KPI) :
| KONSEP KEY RISK INDICATORS KRI berdasarkan COSO (Committee of Sponsoring Organizations) merupakan ukuran yang digunakan oleh suatu organisasi sebagai indikator yang menjadi sebuah pemberitahuan dini apabila terjadi suatu perubahan dari risk exposures untuk beberapa aspek pada sebuah perusahaan. Dengan kata lain, KRI dapat menjadi sebuah indikator dari kemungkinan munculnya suatu dampak berupa kerugian di masa yang akan datang (Fiduciary Investment Risk Management Association). Sejalan dengan hal tersebut, Tjahjanto Budisatrio mengartikan KRI sebagai indikator untuk mengetahui sebuah kejadian yang sangat signifikan yang berdampak pada perusahaan. Dampak inilah yang akan dilihat menjadi suatu indikator supaya bisa dimitigasi dan tidak terjadi hal yang dapat menyebabkan kegagalan dalam bisnis. Konsep penerapan KRI di perusahaan lebih lanjut dijelaskan oleh Victor Riwu Kaho pada acara pelatihan KRI. Beliau menjelaskan bahwa untuk menemukenali KRI harus ada tahapan prosesnya. Yang pertama, orang harus tahu apa sasaran perusahaannya. Setelah itu, harus diketahui juga apa risiko yang berpotensi menghambat pencapaian sasaran. Setelah tahu risikonya, perlu didapatkan mana yang termasuk risiko kunci, yaitu risiko yang paling signifikan dan paling menentukan pencapaian sasaran. Jika risiko kunci sudah diketahui, tahap berikutnya yaitu dengan mencari root cause atau akar penyebab/pemicu munculnya risiko kunci tersebut. Kemudian langkah berikutnya adalah mencari tahu indikator-indikator apa yang bisa digunakan untuk dijadikan alat ukur dalam menilai/memonitor seberapa besar pengaruh penyebab risiko ini terhadap timbulnya risiko kunci yang ada. Jika sudah ditemukan indikator-indikator risiko tersebut, tahap berikutnya harus memilih dari sekian banyak indikator risiko itu mana yang dianggap kunci, mana yang paling tersedia datanya, dan yang paling relevan terhadap risk cause tadi. Jika semua hal itu sudah dilakukan maka tetapkan lah itu sebagai KRI. KRI sebagai salah satu indikator dalam proses manajemen risiko juga memiliki keterkaitan dengan indikator-indikator lainnya. Hal ini sesuai dengan perlunya mengintegrasikan manajemen risiko dengan performance management di suatu perusahaan. Dalam manajemen risiko, terdapat dua jenis indicator, yaitu lagging indicator dan leading indicator. Lagging indicator merupakan indikator dari suatu kejadian yang telah terjadi beserta dampak dari kejadian itu sendiri. Sedangkan leading indicator merupakan indikator dari suatu kegiatan yang berupa sebuah proses dan dilakukan untuk memprediksi kejadian di masa depan serta dapat mengubah kejadian tersebut. Contohnya adalah kurangnya aktivitas mencuci tangan (leading indicator) dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga infeksi (lagging indicator). Terdapat indikator-indikator yang dikategorikan sebagai lagging indicator dan leading indicator. KRI termasuk ke dalam leading indicator karena fungsinya yang memberikan informasi risiko yang akan terjadi di awal waktu. KCI (Key Control Indicators) termasuk ke dalam leading indicator, tetapi banyak orang juga menyebutnya sebagai current indicator atau indikator-indikator untuk mengukur pencapaian-pencapaian saat ini. Indikator lainnya yang berhubungan dengan KRI yaitu KPI (Key Performance Indicators), yang dapat digunakan untuk menilai atau mengukur pencapaian hasil akhir dan termasuk kedalam lagging indicator. Secara teoritis, dalam dokumen COSO juga sudah dijelaskan definisi dari KCI dan KPI. KCI (Key Control Indicators) merupakan sebuah indikator yang digunakan untuk menentukan pengendalian dan pengawasan secara penuh terhadap pencapaian beberapa tujuan dari perusahaan. Dalam konteks ini, para manajer akan menetapkan batasan toleransi dari suatu indikator sebelum melakukan pengukuran. Sedangkan, KPI (Key Performance Indicators) merupakan indikator yang menyediakan gambaran mengenai performa dan unit operasi perusahaan pada periode tertentu dan biasanya berfokus pada data historis organisasi (COSO, 2010). Ketiga indikator tersebut diterapkan oleh para praktisi manajemen risiko dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dalam proses manajemen risiko yang baik sesuai dengan ISO 31000, urutan yang digunakan yaitu KRI, KCI, dan kemudian KPI. Jika ketiga indikator ini sudah dipraktikkan dengan baik sesuai urutan yang benar, suatu perusahaan setidaknya memiliki peluang untuk berhasil mencapai sasaran yang dituju atau bahkan dapat melampaui target. |
Apa manfaat mengikuti pelatihan ini ?
|
Berita Baiknya adalah :
| Berita baiknya kami menyediakan Training untuk Developing Early Warning Indicators Key Risk Indicators And Key Control Indicators To Better Achievement Of Key Performances Indicators (KPI) berupa : – Presentasi – Diskusi antar peserta – Studi kasus – Simulasi – Evaluasi – Konsultasi dengan instruktur |
Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini ?
Instruktur yang mengajar pelatihan Training Developing Early Warning Indicators Key Risk Indicators And Key Control Indicators To Better Achievement Of Key Performances Indicators (KPI) ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Developing Early Warning Indicators Key Risk Indicators And Key Control Indicators To Better Achievement Of Key Performances Indicators (KPI) baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.
Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?
|
Metode Pelatihan
Presentasi
Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi
Diskusi
Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas
Studi Kasus
Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman
Praktek
Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri
Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan
Sertifikat
Lunch
Coffee Break
USB Flasdisk
Modul
Souvenir
Transport
Jogja Dinner
Training Kit
Affrodable Investment
Lokasi Pelatihan





Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?
Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan
JADWAL PELATIHAN TAHUN 2023
Januari
18-19 / 26-27
Februari
15-16 / 23-24
Maret
8-9 / 23-24
April
18-19 / 20-21
Mei
19-20 / 24-25
Juni
15-16 / 22-23
Juli
18-19 / 26-27
Agustus
11-12 / 24-25
September
14-15 / 21-22
Oktober
12-13 / 26-27
November
16-17 / 26-27
Desember
7-8 / 22-23









