TRAINING PENERAPAN PSAK 50 DAN PSAK 55 INSTRUMEN KEUANGAN BAGI INDUSTRI NON PERBANKAN DAN NON KEUANGAN

Table of Contents

Apakah Anda Seorang :

  • Direksi yang ingin mendalami tentang penerapan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Manajer akuntansi yang ingin mendalami tentang penerapan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Keuangan yang ingin mendalami tentang penerapan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Auditor internal yang ingin mendalami tentang penerapan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Komite Audit yang ingin mendalami tentang penerapan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Dosen yang ingin mendalami tentang penerapan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Mahasiswa dan siapapun yang berminat di dalam dunia akuntansi dan keuangan.

Berikut ini adalah Fakta Mengenai Penerapan PSAK 50 Dan PSAK 55 Instrumen Keuangan Bagi Industri Non Perbankan Dan Non Keuangan:

Laporan keuangan adalah salah satu bentuk komunikasi bisnis yang disusun dan disajikan bagi para penggunanya sebagai salah satu sarana di dalam mengambil keputusan bisnis. Dasar pelaporan keuangan berupa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah melalui beberapa fase yang dimulai dengan lahirnya Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1973, PAI 1984, dan dimulainya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1994 yang beberapa kali mengalami revisi sampai detik ini sebagai komitmen profesi akuntansi Indonesia (IAI) yang telah bergabung dengan International Federation of Accountants (IFAC).

Apa manfaat mengikuti pelatihan ini ?

  • Peserta diharapkan dapat memahami tentang laporan keuangan PSAK 50 dan PSAK 55
  • Peserta diharapkan dapat memahami tentang dampak konvergensi
  • Peserta diharapkan dapat memahami tentang pembahasan PSAK 50-55 (R2006)

Berita Baiknya adalah :

Laporan keuangan adalah salah satu bentuk komunikasi bisnis yang disusun dan disajikan bagi para penggunanya sebagai salah satu sarana di dalam mengambil keputusan bisnis. Dasar pelaporan keuangan berupa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah melalui beberapa fase yang dimulai dengan lahirnya Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) 1973, PAI 1984, dan dimulainya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1994 yang beberapa kali mengalami revisi sampai detik ini sebagai komitmen profesi akuntansi Indonesia (IAI) yang telah bergabung dengan International Federation of Accountants (IFAC).

Salah satu konsekuensi IAI sebagai anggota IFAC adalah memenuhi beberapa ketentuan SMO (Statement of Membership Obligations) yang salah satunya adalah mengkonvergensi PSAK dengan International Financial Reporting Standards/ International Accounting Standards (IFRS/ IAS).

Dampak konvergensi membawa suatu perubahan paradigma penyusunan laporan keuangan secara fundamental dengan bergesernya pola pikir profesi akuntan yang berorientasi pada rule based accounting menuju pola pikir principle/ transactional based accounting dengan konsep nilai wajar (fair value) yang menjiwai setiap nilai transaksi di dalamnya, yang dahulu lebih didominasi oleh konsep nilai historis (historical method).

Dampak langsung dengan ada penerapan principle based standar akuntansi, adalah dicabutnya beberapa standar akuntansi yang bersifat industry maupun standar akuntansi yang telah dicakup di standar akuntansi lainnya.

Dua standar akuntansi diantara beberapa standar akuntansi yang diganti tersebut adalah PSAK 50 dan PSAK 55 (R2006) yang saat tengah ini mengatur suatu transaksi instrumen keuangan.

Kedua standar yang beberapa kali mengalami penundaan, seringkali dianggap hanya berlaku bagi industri perbankan, industri keuangan, dan entitas Tbk yang berakibat manajemen entitas selain entitas tadi bersikap defensif untuk menerapkan standar tersebut.

Diskusi sehari ini akan mengupas aspek-aspek terkait teori dan penerapan standar akuntansi pada umumnya dan PSAK 50-55 (R2006) khususnya berserta ilustrasi perhitungan dan ketentuan terkaitnya.

Siapa Yang Akan Menjadi Pembicara Pada Pelatihan ini ?

Instruktur yang mengajar pelatihan Training Penerapan PSAK 50 Dan PSAK 55 Instrumen Keuangan Bagi Industri Non Perbankan Dan Non Keuangan ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Penerapan PSAK 50 Dan PSAK 55 Instrumen Keuangan Bagi Industri Non Perbankan Dan Non Keuangan baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Materi Pelatihan Apa Yang Akan Didapatkan?

Pembahasan PSAK 50-55 (R2006) mencakup agenda sebagai berikut:

  •  Tiga pilar standar akuntansi di Indonesia;
  • Ruang lingkup;
  •  Latar belakang;
  •  Perubahan dan perbandingan;
  •  Overview;
  •  Pengukuran;
  •  Penurunan nilai;
  •  Derivatif;
  • Lindung nilai;
  • Penyajian dan Pengungkapan;
  • Ketentuan transisi;
  • Ilustrasi praktis

Metode Pelatihan

Presentasi

Pelatihan dengan metode Presentation untuk matrikulasi dan penyampaian materi

Diskusi

Komunikasi interaktif antara trainer dan peserta didalam kelas​

Studi Kasus

Membahas contoh permasalahan yang ada dan berbagi pengalaman

Praktek

Praktek Lapangan untuk peserta belajar dan berlatih secara mandiri

Selain Materi Pelatihan Benefit Apa Lagi Yang Akan Didapatkan

Sertifikat

Lunch

Coffee Break

USB Flasdisk

Modul

Souvenir

Transport

Jogja Dinner

Training Kit

Affrodable Investment

Lokasi Pelatihan

Berapa Investasi Jika Saya Upgrade Skill?

Investasi pelatihan selama dua hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel to contact us.

Apabila perusahaan membutuhkan paket lain IN HOUSE TRAINING, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan

JADWAL PELATIHAN TAHUN 2023

Januari

18-19 / 26-27

Februari

15-16 / 23-24​

Maret

8-9 / 23-24

April

18-19 / 20-21

Mei

19-20 / 24-25

Juni

15-16 / 22-23

Juli

18-19 / 26-27

Agustus

11-12 / 24-25

September

14-15 / 21-22

Oktober

12-13 / 26-27

November

16-17 / 26-27

Desember

7-8 / 22-23

Pelatihan Terbaru
Tanyakan pada kami ?

Kami di sini untuk membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Sales Marketing - Melisa

Online

Sales Marketing - Melisa

Hai, tanyakan pada kami ? 00.00