TRAINING ONLINE UJIAN SERTIFIKASI MEDIATOR SURAT AKREDITASI DARI MAHKAMAH AGUNG INDONESIA NO. KMA/043/SK/VII/2004

Table of Contents

TRAINING ONLINE UJIAN SERTIFIKASI MEDIATOR SURAT AKREDITASI DARI MAHKAMAH AGUNG INDONESIA NO. KMA/043/SK/VII/2004

TRAINING WEBINAR MEDIATOR SURAT AKREDITASI

TRAINING PENGENALAN MEDIATOR UNTUK PRAKERJA

    Proses  beracara di pengadilan adalah proses yang memerlukan biaya dan
    memakan  waktu.  Karena  dalam  sistem  pengadilan konvensional secara
    alamiah  para  pihak  berlawanan,  seringkali  menghasilkan satu pihak
    sebagai  pemenang  dan  pihak  lainnya sebagai pihak yang kalah. Pihak
    yang kalah selalu tidak puas dan akhirnya banding ke pengadilan tinggi
    sampai  ke  Mahkamah  Agung.  Hal  ini kemudian menyebabkan terjadinya
    penumpukan   perkara  di  Mahkamah  Agung.  Masalah  ini  tidak  dapat
    diselesaikan  hanya  dengan  menambah  jumlah  hakim di dalam Mahkamah
    Agung  karena  angka  perkara  yang masuk ke Mahkamah Agung jauh lebih
    banyak daripada kemampuan pemerintah untuk meningkatkan jumlah hakim.pelatihan mediator surat akreditasi online

    Dengan  alasan tersebut Pemerintah Republik Indonesia bersama Mahkamah
    Agung  telah  menyepakati  untuk  melaksanakan program reformasi hukum
    dalam   Program   Pengembangan   Nasional   UU  Nomor  25  Tahun  2000
    (Undang-undang PROPENAS). Salah satu di antara program tersebut adalah
    mengembangkan  mediasi  sebagai  alternatif  penyelesaian  sengketa di
    pengadilan  (court  connected mediation). Program ini diharapkan tidak
    hanya  cara  untuk mencapai proses resolusi perselisihan lebih efisien
    dan  lebih  sedikit  mengeluarkan biaya, tetapi juga untuk menciptakan
    sistem  peradilan  yang  lebih  bersih  karena  dengan court-connected
    mediation   pihak-pihak   yang   berselisih  memiliki  wewenang  untuk
    mengontrol proses dan hasil keluaran dari resolusi perselisihanpelatihan pengenalan mediator online

    Untuk  merealisasikan  program  tersebut,  Ketua  Mahkamah Agung telah
    membentuk  Tim  Penelitian,  yang terdiri dari para peneliti dan Pusat
    Penelitian  dan  Pengembangan  Mahkamah Agung Indonesia. Tim ini telah
    menyelesaikan   penelitiannya   mengenai   Indonesian  court-connected
    mediation system. Penemuan dari penelitian ini telah digunakan sebagai
    masukan   dalam   mempersiapkan   proposal  Peraturan  Mahkamah  Agung
    Indonesia  mengenai Penggunaan Mediasi sebagai Implementasi dari Pasal
    130   HIR  dan  154  Rbg.  Draft  proposal  peraturan  tersebut  telah
    didiskusikan  dalam  workshop pada tanggal 24 Juli 2003 di batch 10 : 7 – 8 Oktober 2026

batch 11 : 18 – 19 November 2026

batch 12 : 9 – 10 Desember 2026 dan
    telah sukses diselesaikan dan ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Agung
    Indonesia  pada  11  September  2003  sebagai Peraturan Mahkamah Agung
    Nomor   2  Tahun  2003  tentang  Prosedur  Mediasi  dalam  Pengadilan.
    Peraturan  Mahkamah  Agung  ini  kemudian  direvisi  dengan  Peraturan
    Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2008.pelatihan konsep mediator online

    Peraturan  baru  ini  penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat
    untuk penyebaran informasi dan juga untuk mencari dan melatih kandidat
    yang  berkualitas  untuk  menjadi  mediator yang baik. Hal ini sejalan
    dengan  peraturan  MA tersebut yang menyatakan bahwa yang bisa menjadi
    mediator  adalah  hakim  dan non hakim.  Karena itu perlu dibuat lebih
    banyak  program  pelatihan  untuk  memperluas cakupan yang lebih lebar
    yang   tidak  hanya  menangani  hakim,  tetapi  juga  publik  termasuk
    akademisi   dan  praktisi  hukum  atau  kaum  profesional  lain  untuk
    memperkenalkan peraturan mengenai sistem court-connected mediation.

   Dengan   Surat   Akreditasi   dari   Mahkamah   Agung   Indonesia  No.
    KMA/043/SK/VII/2004  sebagai  Penyelenggara  Pelatihan  dan Pendidikan
    Mediasi, Indonesian Institute for Conflict Transformation, bekerjasama
    dengan Legal Training Center (ILTC) akan menyelenggarakan:

   TUJUAN PELATIHAN:
      * Untuk  memberikan  pengetahuan  dan  keterampilan  tentang  proses
        mediasi kepada peserta pelatihan;
      * Untuk  mensosialisasikan  peraturan  tentang  proses  mediasi yang
        berhubungan dengan pengadilan.

    PESERTA PELATIHAN :
    Praktisi hukum atau para Professional  Non Hukum lainnya ;
      * Akademisi ;
      * Pejabat  perusahaan  yang  sering kali berhubungan dengan  pekerja
        dan  external stakeholder dalam pencegahan / penyelesaian konflik/
        sengketa /perselisihan;
      * Pejabat    publik,   Legislatif,   Penggiat   masalah  sosial  dan
        lingkungan serta Masyarakat umum yang ingin memahami peraturan dan
        mekanisme serta sistem court-connected mediation.

    KURIKULUM PELATIHAN:
      * Pengenalan  Alternative Dispute Resolution (ADR)
      * Analisis Konflik
      * Komunikasi yang Efektif
      * Pengantar Negosiasi
      * Pengenalan PerMA  “Prosedur Mediasi di Pengadilan”
      * Strategi Negosiasi (Position Based vs. Interest Based)
      * Pengantar Mediasi
      * Tahapan Mediasi
      * Teknik dan Keterampilan Mediator
      * Penyusunan Agenda
      * Kaukus
      * Merancang Kesepakatan
      * Kode Etik Mediator
      * Simulasi Kasus
      * Pre Test dan Post Test (Ujian Teori)
      * Role Play (Ujian Praktek)

Trainer : Bapak Arief Adinoto, S.E dan Tim

Jadwal pelatihan :

Batch 1 : 20 – 21 Januari 2026

Batch 2 : 10 – 11 Februari 2026

Batch 3 : 3 – 4 Maret 2026

Batch 4 : 14 – 15 April 2026

batch 5 : 19 – 20 Mei 2026

batch 6 : 24 – 25 Juni 2026

batch 7 : 8 – 9 Juli 2026

batch 8 : 19 – 20 Agustus 2026

batch 9 : 16 – 17 September 2026

batch 10 : 7 – 8 Oktober 2026

batch 11 : 18 – 19 November 2026

batch 12 : 9 – 10 Desember 2026

Pelatihan Terbaru
Tanyakan pada kami ?

Kami di sini untuk membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Sales Marketing - Melisa

Online

Sales Marketing - Melisa

Hai, tanyakan pada kami ? 00.00